Meraih Hidup Bahagia
Meraih Hidup Bahagia
- Iman dan Amel saleh. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An-Nahl: 97) Sesungguhnya perkara seorang mu’min itu menakjubkan, karena semua perkara yang dialaminya adalah baik; jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya, jika mengalami kesulitan dia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya, dan hal seperti itu tidak terdapat kecuali pada diri seorang mu’min” (Riwayat Muslim) “Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Al-Anfal: 46).
- Berbuat Baik sesama makhluk. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka,kecuali bisiskan dari orang-orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar” (An-Nisa: 114)
- Sibuk dengan pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat
- Memusatkan pikiran untuk melakukan pekerjaan hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu. “Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki Dia perbuat. Karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan setan” (riwayat Muslim)
- Memperbanyak dzikir kepada Allah ta`ala. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hatimenjadi tentram” (Ar-Ra’du: 28).
- Sering menyebut nikmat2 Allah baik yang nampak maupun yang tersembunyi.
- Melihat orang2 yang berada dibawahnya dan tidak melihat orang2 yang diatasnya. “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang-orang yang berada diatas, karena hal tersebut lebih memungkinkan untuk tidak mengabaikan nikmat-nikmat Allah atas kalian” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
- Melupakan berbagai penderitaan masa lalu yang tak dapat ditolak.
- Berdo`a dengan do`a yang dipanjatkan rasulullah. “Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan, dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukan”. (Riwayat Muslim) “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan (urusan)-ku kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah semua urusanku, tiada ilah selain Engkau” (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih)
- Memperkirakan kemungkinan buruk yang akan menimpanya kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya
- Tidak panik dan larut dalam bayangan2 buruk
- Bergantung pada Allah dan bertawakal kepadanya “Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (At-Thalak: ayat :3)
- Pandai dalam bergaul. “Hendaklah seorang mu’min laki-laki (suami) tidak mencela mu’min wanita (istri), jika dia membenci salah satu prilakunya, masih ada prilaku lainnya yang dia ridhoi” (Riwayat Muslim)
- Tidak tenggelam dalam kesedihan mendalam
- Membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita
- Perilaku buruk orang lain terhadap anda sesungguhnya merugikan dirinya sendiri
- Berpikir positif
- Tidak mengharapkan balasan dan penghormatan kecuali dari Allah “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”(Al-Insan: 9)
- Menjadikan semua hal bermanfaat berada didepan mata anda dan berusaha merealisasikannya
- Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
- Mendahulukan perbuatan yang paling penting dan paling disukai
Wal hamdulillah.Semoga bermanfaat.
Tulisan ini diringkas dari e-book “Meraih Hidup bahagia (Cara efektif mengatasi peoblem)”.
Oleh:Syeikh Abdur Rohman bin Nasir As-Saadi
Penerjemah:Abdullah Haidir
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.






Comments
No comments yet.
Leave a comment