Lima Cara Ampuh Agar Anak Mau Makan
Lima Cara Ampuh Agar Anak Mau Makan
Ayo buka mulut yang lebar, “Pesawat” mau masuh “Hanggar”.. ngeng… ngeng. Begitu biasa para ibu membujuk anaknya makan. Cara lama seperti ini tingkat keberhasilannya rendah, bahkan boleh dibilang hanya sedikit yang berhasil.
Malas mengunyah makanan (di-emut) dan kesulitan memperkenalkan aneka menu pada anak merupakan beberpa kendala yang biasa dialami para ibu. Anak-anak emang biasanya enggan mencoba menu baru, apalagi jika bentuknya tidak menarik.
Oleh karena itu, para ibu biasanya dituntut agar lebih kreatif dalam emmberi makanan anak. Beberapa tip bisa anda coba antara lain :
- Menggunakan perangkat makan bergambar karakter kartun favorit yang lucu dan menggemaskan dengan warna-warna yang menarik. Katakan pada si anak bahwa jika ingin melihat gambar kartun kesayangannya secara keseluruhan, ia harus menghabiskan seluruh makanan.
- Cobalah memberinya amakanan pada saat ia sedang bermain. Sebagi contoh, saat anak tengah asik bermain, akan lebih mudah bagi para ibu untuk menyuapi mereka dengan menu baru karena perhatiannya tengah tertuju pada mainan.
- Agar anak tidak lagi ngemut makanan, buatlah suatu permainan yang merangsang anak cepat mengunyah dan menelan makanan. Se3bagai contoh katakan pada anak untuk menelan makanana pada hitungan ke-10. Pada hitungan yang sudah ditentukan ia harus membuka mulut dalam keadaan kosong sebagai ” hadiah” nya ia akan mendapatkan pujian atau kecupan sang ibu. Dalam beberapa kasus, cara ini cukup efektif dan balita andapun jadi makin mahir berhitung.
- Untuk memancing anak agar mau mencoba menu baru, anda bisa mencetak nuget buatan sendiri dengan cetakan kue bergambar boneka atau binatang. Dengan bentuk yang lucu, anak akan tertarik untuk mencobanya.
- Suasana makan juga turut menentukan mood anak. Jika dilingkungan rumah ada taman bermain, tak ada salahnya jika disore hari anda mengajaknya makan disana. Dengan bertemu teman-teman sepermainannya, anak biasanya cenderung lebih bersemangat makan. Tentu saja makanan yang dibawa harus ditutup dengan baik dan benar untuk menghindari debu dan kuman.
Intinya, usahakan agar anak tidak merasa makan sebagai acara yang monoton dan membosankan. Buatlah suasana yang menyenangkan agar anak merasa makan bukan lagi suatu paksaan.
Sumber : Kompas, Minggu 25 Mei 2008
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.






Comments
No comments yet.
Leave a comment